Pasti Angkut
Beranda/Blog/TPS 3R Kupas Kembangkan Pengangkutan Sampah Digital Bekerjasama dengan Pastiangkut.id

TPS 3R Kupas Kembangkan Pengangkutan Sampah Digital Bekerjasama dengan Pastiangkut.id

Pasti Angkut / 20 September 2022
TPS 3R Kupas Kembangkan Pengangkutan Sampah Digital Bekerjasama dengan Pastiangkut.id | Pasti Angkut

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah (Kupas) yang merupakan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS 3R) Kalurahan Panggungharjo terus mengembangkan diri memberikan layanan sampah ke masyarakat.

Salah satunya adalah dengan digitalisasi, bekerjasama dengan platform pastiangkut.

Di Kupas sendiri, pemilahan sampah sudah menggunakan conveyor belt sehingga memudahkan petugas dalam menyeleksi sampah.

Lurah Panggungharjo, Wahyudi Anggoro Hadi mengungkapkan, Kupas adalah salah satu unit usaha Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Panggungharjo yang berdiri sejak 2013.

“Kupas mengolah sampah menjadi beberapa komoditas yang kemudian digunakan menopang industri lanjutan, misal material daur ulang dapat disuplai ke industri daur ulang. Material organik sebagian diolah sendiri, sebagian dijual ke produsen pupuk organik dan pembudidaya magot. Sementar residu plastik diolah di thermoplas menjadi komposit,” ujarnya, Senin (19/9/2022).  

Wahyudi menjelaskan, dalam prosesnya sampah yang sudah diambil dari rumah-rumah kemudian masuk ke Kupas untuk kemudian masuk ke mesin pencacah yang berfungsi mengeluarkan sampah dari kantong-kantongnya.

Sampah-sampah tersebut kemudian dialihkan melalui conveyor belt ke area pilah.

Di sana para petugas memilah berdasarkan jenisnya, baik plastik, kertas dan kaca untuk disuplai ke industri daur ulang. Sementara sisa sampah yang tidak terseleksi masuk ke cacah pilah.  

“Dicacah pilah menghasilkan dua jenis sampah, organik yang bisa diolah pupuk organik dan bahan untuk budidaya maggot. Kemudian plastik yang bernilai rendah atau residu yang tidak masuk ke industri daur ulang, dilelehkan di thermoplas dengan suhu 400 derajat sehingga muncul seperti bubur yang kemudian dicetak sesuai ukuran bahan material,” ungkapnya.  

Adapun di thermoplas ini, satu ton residu bisa menjadi satu kubik kayu komposit. Kayu komposit ini bisa dipakai untuk kusen pengganti kayu.

Kayu komposit ini diklaim tahan air, tahan api dan tidak dimakan rayap.

Oleh kupas, kayu komposit ini dijual seharga Rp 20 ribu permeter kubik, jika sudah diolah menjadi kusen bisa dihargai Rp 40 ribu per meter kubik.  

“Saat ini TPS 3R Kupas bisa menghasilkan Rp 80 juta sebulan, termasuk dari sistem retribusi penarikan sampah dan hasil penjualan rosok,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wahyudi menuturkan, selain menyelesaikan permasalahan sampah, TPS 3R Kupas bisa memberikan kesempatan kerja bagi 40an orang yang rata-rata berasal dari kelompok rentan.

“Jadi tenaga kerja yang dilibatkan di Kupas berasal dari pemuda putus sekolah, mantan anak jalanan, mantan preman, perempuan kepala keluarga yang memiliki keterbatasan akses memperoleh sumber penghidupan layak,” ungkapnya.  

Adapun kini Kupas memiliki sekitar 1500-an pelanggan di mana dalam sehari bisa mengangkut 6,3 ton sampah.

Untuk mempermudah layanan sampah, kini TPS Kupas bekerjasama dengan platform digital pastiangkut.id .

Salva Yurivan Saragih selaku direktur utama pastiangkut.id menjelaskan bahwa pastiangkut adalah startup pengelolaan sampah paripurna dari hulu ke hilir.

Melalui aplikasi yang bisa diunduh gratis di playstore, masyarakat bisa berlangganan pengangkutan sampah dari rumah hanya dengan menggunakan gadget.
 
“Kita hadir sebagai solusi digital untuk memberikan pengalaman baru bagi pelanggan, mulai pendaftaran, penjemputan, pengelolaan sampai suplai bahan baku untuk industri daur ulang,” ungkapnya.

Salva menjelaskan, saat ini ada 1.582 pelanggan dan pastiangkut mampu menyetor sampah ke kupas sebanyak 6,3 ton sehari.

Dengan demikian, rata-rata satu keluarga menghasilkan 2,5 kilogram sampah.  

Di platform ini ada berbagai layanan yang dapat dipilih pelanggan seperti layanan penjemputan tiap hari dengan bobot minimum 50 kg/hari dan layanan penjemputan setiap dua hari dengan berapapun berat sampahnya.

“Saat ini ada 5 armada yang kami sebut transporter. Kami juga membuka peluang bagi warga masyarakat untuk menjadi transporter mandiri,” ungkapnya.

Wahyudi menambahkan, 1.500-an pelanggan dengan sampah 6 ton ini ini baru bisa mengolah 20 persen dari total kapasitas yang ada.  

“Kami bisa sampai mengolah 30 ton per hari atau melayani 12 ribu keluarga. Jadi masih ada kesempatan keluarga-keluarga lain di radius 5-8 KM untuk menjadi pelanggan kami,” tandasnya.

Dirinya mengklaim kalau BUMKal Kupas juga sama sekali tidak mengandalkan TPA Piyungan untuk pembuangannya.

Lantaran hampir semua jenis sampah sudah selesai di tingkat desa.

Di sisi lain, upaya tersebut juga diharapkan dapat mendukung program pemerintah yakni Bantul Bersih Sampah 2025. (nto) 


Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul TPS 3R Kupas Kembangkan Pengangkutan Sampah Digital Bekerjasama dengan Pastiangkut.id, https://jogja.tribunnews.com/2022/09/19/tps-3r-kupas-kembangkan-pengangkutan-sampah-digital-bekerjasama-dengan-pastiangkutid.
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah

Bagikan

mail