Pasti Angkut
Beranda/Blog/Ketika Kita Menyepelekan Sampah

Ketika Kita Menyepelekan Sampah

Pasti Angkut / 24 November 2022
Ketika Kita Menyepelekan Sampah | Pasti Angkut

Sumber gambar: freepik.com

Sampah sangat dekat dengan kita. Setiap hari kita menghasilkan sampah. Sampah sudah menjadi produk peradaban manusia. Kehadiran sampah, mau tidak mau, suka tidak suka, haruslah dikelola dengan baik. Tak boleh disepelkan. Mengapa? 

Saat ini sampah sangatlah beragam jenisnya. Mulai dari organik, anorganik, rosok, dan residu. Semua jenis sampah itu kita produksi setiap hari.  

Kehadiran beragam jenis sampah yang diproduksi manusia tiap hari tersebut telah menjadi ancaman. Mulai ancaman terhadap kesehatan, serta kerusakan lingkungan rawan terjadi. 

Sampah bisa menyebabkan beragam penyakit pada manusia. Mulai dari diare, tifus, dan beberapa virus lainnya. Selain itu, timbunan sampah yang lama bisa menyebabkan adanya racun, dan bisa menganggu pernafasan. 

Keberadaan sampah juga bisa mengancam lingkungan. Mulai dari air, tanah, dan udara. Sampah bisa menyebabkan air menjadi tidak bersih, tanah menjadi tercemar, dan polusi di udara.  

Oleh sebab itu, kita sebagai manusia sudah seyogianya bijak dalam mengelola sampah. Bijak mengelola sampah bisa dimulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga, dan masyarakat sekitar.  

Mengelola sampah bisa dimulai hal yang sangat sederhana. Kita bisa memulai dari proses pemilahan, misalnya. Adanya kesadaran bahwa tidak semua sampah bisa langsung dibuang adalah hal penting. Sebab, beberapa sampah yang memiliki nilai jual. 

Selain melakukan pemilahan, yang tak kalah penting adalah kita juga harus memastikan sampah benar-benar sampai pada pembuangan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) 

Pada tahap ini, kita dituntut untuk memilih lembaga pengelola sampah yang benar-benar mengolah sampah sampai purna. Sebab, beberapa pengolahan sampah hanya ditumpuk saja. 

Dilansir dari kompas.id, di Indonesia masih memiliki sekitar 500 TPA yang hampir semua menggunakan sistem open dumping, yakni sampah dibuang begitu saja tanpa melalui pemrosesan. 

Penyebab Patologi Sosial 

Ketika sampah tidak terurus dengan baik, selain berdampak pada alam, juga menyebabkan adanya patologi sosial. Patologi sosial bisa diartikan semacam penyakit sosial yang ada di masyarakat. 

Patologi sosial akibat sampah ini bisa muncul karena sampah-sampah yang ada di sekitar kita tidak terkelola dengan baik. Banyak masyarakat yang masih membuang sampah di sembarang tempat. 

Akibatnya, banyak muncul spanduk-spanduk larangan atau slogan-slogan unik di beberapa tempat pembuangan sampah ilegal.  

“Yang buang sampah di sini jadi gila” atau “Dilarang buang sampah di sini kecuali iblis/setan” adalah contoh bagaimana larangan dibuat.  

Adanya larangan atau slogan-slogan tersebut menjadi representasi bahwa manusia masih gagap dalam menghadapi permasalahan sampah. 

Adanya larangan atau slogan-slogan semacam itu juga mencerminkan adanya ujaran kebencian kepada para pembuang sampah. Padahal, biasanya yang membuang sampah ilegal tersebut adalah para tetangga dari si pembuat larangan. 

Patologi sosial bisa dipahami seperti adanya tulisan larangan tersebut. 

Memang menjadi sebuah ironi. Kehadiran sampah yang tidak terkelola dengan baik tersebut berakibat timbulnya penyakit sosial.  

Munculnya penyakit sosial ini juga disebabkan karena adanya pergeseran nilai yang ada di masyarakat. Pergeseran nilai bisa dipahami seperti halnya hilangnya rasa gotong royong dan kebersamaan dalam masyarakat. 

Lebih sederhananya, masyarakat yang seharusnya hidup berkelompok, kini lebih cenderung individual. Namun, dalam hal ini kita juga harus melihat latar belakang lanskap di mana masyarakat itu berada. 

Dari permasalahan sampah yang tidak terkelola dengan baik, akhirnya menimbulkan wujud kondisi sosial yang baru. 

Patologi sosial semacam larangan pembuangan sampah tersebut tentu bisa dicegah dan diatasi. Caranya, mulai dari para pemangku kepentingan dan masyarakat harus bekerja sama secara kolektif. 

Peran pemerintah harus secara holistik merangkul setiap lapisan masyarakat sangatlah menentukan. Termasuk dalam hal pengelolaan sampah yang tak boleh disepelekan! 


*Pasti Angkut/Nardi

Bagikan

mail