Pasti Angkut
Beranda/Blog/Pentingnya Edukasi Anak tentang Merawat Alam

Pentingnya Edukasi Anak tentang Merawat Alam

Pasti Angkut / 20 November 2022
Pentingnya Edukasi Anak tentang Merawat Alam | Pasti Angkut

Masa anak-anak merupakan fase di mana kita sebagai manusia mengalami tumbuh dan kembang. Masa ini menjadi penting karena kita mulai mengenal dunia. Mengenal dunia dimulai dari lingkungan terdekat seperti keluarga, tetangga, dan sekolah. Dari lingkungan terdekat itulah seorang anak bisa mengenal banyak hal, termasuk merawat alam. 

Mengenalkan lingkungan alam pada anak bisa dimulai dari keluarga. Sebab, keluarga adalah tempat atau komunitas pertama di mana seorang anak bisa mengenal kehidupan. Keluarga, dalam hal ini orang tua, punya peran besar dalam menumbuhkan anak.  

Edukasi tentang pentingnya merawat alam bisa dari hal paling sederhana. Misalnya, para orang tua mengajarkan anak supaya merawat alam dengan tidak membuang sampah sembarangan.  

Tidak membuang sampah sembarangan menjadi sebuah awal pengenalan anak terhadap alam. Namun, sebelum memberikan saran kepada anak untuk tidak membuang sampah sembarang, para orang tua harus memberikan pengetahuan tentang pentingnya perilaku tersebut. Bahwa di situ ada dampak atau bahaya yang mengancam ketika sampah dibuang sembarangan. 

Seorang anak harus mampu memahami mengapa sampah harus dibuang pada tempatnya. Pengetahuan dasar tersebut menjadi penting dan akan menjadi sebuah kebiasaan sampai anak sampai menginjak dewasa. 

Selain memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan alam, keluarga juga harus memberi contoh atau tindakan konkret. Bahwa aksi nyata menjaga alam secara tidak langsung akan membuat anak tertarik dan menirunya. 

Faktor kedua yang memengaruhi seorang anak adalah lingkungan rumah. Lingkungan rumah seperti halnya tetangga juga memiliki pengaruh terhadap tumbuh dan kembang anak. Ketika lingkungan rumah kita mendukung dan sadar akan pentingnya menjaga alam, maka anak-anak akan mengikutinya. Dan, begitupun sebaliknya. 

Ketika seorang anak memiliki lingkungan sosial di sekitar rumahnya tidak begitu mendukung terhadap kepedulian menjaga lingkungan, maka akan berdampak terhadap anak. Seperti halnya muncul sikap apatis misalnya. 

Faktor terakhir yang tidak kalah penting adalah sekolah. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan formal tentu memiliki akses terhadap pengetahuan merawat alam. Mulai dari TK sampai sekolah dasar, nilai-nilai merawat alam sudah pasti diajarkan. 

Sekolah menjadi tempat tinggal kedua selain rumah. Maka, sudah seyogianya memang banyak ilmu didapatkan di sekolahan. Namun, akan sangat disayangkan ketika sekolah hanya bisa memberikan secara teori saja dan lemah pada praktiknya. 

*** 

Memberikan edukasi kepada anak untuk tetap merawat alam adalah sesuatu yang penting. Menempatkan lingkungan alam sebagai subjek yang setara dan menjadi bagian dari kehidupan manusia.  

Anak-anak setidaknya harus memiliki pemahaman yang tidak antroposentris terhadap alam. Paling tidak anak-anak bisa memiliki keterikatan, bahwa di situ ada relasi manusia dengan alam. 

Relasi manusia manusia dengan alam memang sangat subtil dan dekat. Manusia bisa hidup karena alam. Alam hadir seperti seorang ibu. Ia selalu memberi dan merawat kehidupan. 

Maka, sudah seyogianya kita balik merawat alam. Dan, pemahaman semacam itu bisa kita tanamkan sejak dini pada anak.  

Selamat Hari Anak-anak Sedunia. 


*Pasti Angkut/Nardi

Bagikan

mail